Petis Sidoarjo

Berbicara mengenai petis, pernahkah anda melihat petis? atau mungkin makan petis yang berwarna hitam?, kalau anda yang belom pernah melihat atau makan petis silahkan datang ke kota Sidoarjo. Kota Sidoarjo yang terkenal dengan kota lumpur ini sebelumnya adalah dijuluki kota Petis.
petis
sebenarnya tak hanya kota Sidoarjo saja yang bisa memproduksi petis tapi di kota kota lain juga ada. tapi petis dari sidoarjo untuk rasanya enak banget pokoknya is the best, menurut warga dari Sidoarjo.Untuk petisnya terbuat dari bahan kupang, dan DI sidoarjo kupang adalah hasil tangkapan para nelayan di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. sejak zaman dahulu kala. menurut info nelayan di Balongdowo terkenal paling jago mengumpulkan kupang, kemudian ibu-ibu bertugas membuat petis.

Salah Satu Ibu sila hidupnya bergantung sepenuhnya pada petis, dia membuat petis putih (cere) dan petis hitam (letek)  untuk di jual ke area  Gempol, pasuruan, dan kejapanan tiap paginya. petis hitam (letek) terbuat dari gula aren sehingga warnanya berubah menjadi hitam sedangkan untuk petis putih (cere) hanya menggunakan gula pasir.

untuk segi ketahanannya antara petis cere dengan petis hitam, lebih tahan petis care. tapi untuk petis hitam ini jika dimasukkan ke dalam kulkas bisa bertahan sampai satu bulan, sedangkan jika diletakkan di tempat biasa bisa bertahannya maksimal 3 hari, menurut ibu Sila.

pembuat petis biasanya mengolah kaldu kupang dari pagi, kaldu tersebut kemudian dimasak dan diaduk dua jam sampai kaldu mengental, setelah mengental kemudian di tiriskan hingga mengembang. biasanya pedagang mengecil dan menengah menggunakan petis letek karena untuk harganya lebih murah sedangkan untuk petis care biasanya dijual di rumah makan dan restoran yang memang mengutamakan kualitas dan rasa.

Untuk harga jelas petis letek lebih murah dibandingkan petis care, yang mana harga petis letek perkilonya hanya Rp 8000 sedangkan untuk harga petis care harga perkilonya Rp 20.000. dalam waktu sehari para pembuat petis di Blongdowo bisa menghasilkan 50 kg petis. kalu di uangkan bisa sekitar Rp. 500.000 sampai Rp. 1.000.000.  dan itu semua tergantung dari jumlah kaldu kupang yang disetorkan nelayan.

referensi :

http://www.infosda.com/?p=2712

Posted in Kuliner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*